Don’t Move!

credit to Dispatch

Hell yeah; that’s how their relationship works: too much cheese.

///

DON’T MOVE!”

Bila terlintas di kepalamu bahwa ini adalah adegan ekstra-menegangkan seperti misalnya saat Detektif Conan berhasil menodongkan pistol pada seorang perampok permata, alias musuh bebuyutannya, alias Kaito Kid, yang tengah melakukan aksinya; maka lebih baik buyarkan saja bayangan itu. Karena yang terjadi saat ini tidak akan memenuhi ekspektasimu.

WHAT? Wait, oh my god. Apa ada serangga di kepalaku? GOODNESS PLEASE TELL THEM TO STAY AWAY.”

Suara heboh barusan adalah suara Krystal. Melepaskan majalah dari genggaman tangan tanpa peduli halaman yang ia baca belum selesai setengahnya pun.

Satu hal penting, perempuan bersurai kecoklatan itu benar-benar tidak bergerak barang satu inchi pun–persis seperti apa yang Tuan Kim Jongin instruksikan.

Nice.”

Wait. What–”

Bukannya penjelasan rinci atau suara ‘buk!’ tanda sesuatu dipukul, Krystal malah menemukan perut rampingnya dilingkari dua tangan seseorang. Dari tekstur otot dan bagaimana tiba-tiba satu dagu mampir di bahunya untuk istirahat, Krystal tahu ini cuman kelakuan iseng si Laki-laki Kim.

“Aku lagi baca, Kim. Like seriously? Oh my god.”

Jongin kedengaran merengut. “Iya, aku tahu,” balasnya. Lalu sengaja memindahkan kepala dari bahu kanan ke bahu kiri, biar gadisnya itu bisa membalik halaman tanpa merasakan berat di bahu.

Saat Krystal baru mulai menyelesaikan satu halaman dengan seriusnya, Jongin nyeletuk lagi.

“Tahu gak?”

“Tentang apa?”

“Tentang fakta.”

“Fakta apa?”

“Fakta kalau aku lagi peluk kamu.”

“Ih,” Krystal jadi gemas. Gemas sekali sampai dicubiti ringan lengan Jongin. Sementara sang empunya malah tertawa pelan menikmati hangat dan bagaimana tubuh Krystal bergetar akibat tertawa.

Ini hanya satu dari sekian juta momen tak tertangkap kamera, maupun terungkap media.

Ya, begitulah harmonisnya hubungan mereka: terlalu banyak keju sampai-sampai dunia terasa punya berdua (yang lain cuman bisa nyemilin keju sambil meratapi nasib. Hadeeeh, nasib.).

///

Author’s Note:

Ini percakapannya terasa sangat Dilan. Karena Kim Jongin adalah Dilanku tahun 1990 dan seterusnya. HAHAHAHAHAHAHA.

Kangen Kaistal. (SIAPA YANG GAK KANGEN SINI MAJU KITA ADU PANCO) ((lha))

Sekangen itu gak sih sama Kaistal… karena beberapa bulan terakhir ini aku gak nulis tentang mereka sama sekali… huhuhuhu. : (

Bukan gara-gara kabar mereka yang karam itu (buat aku mereka tetap berlayar kok!), cuman… emang… udah… terlalu… fokus… sama… yang… lain…

HhhHHhHH. Ya gitu pokoknya.

Kangen Kaistal, titik.

Eh, btw, sampai jumpa di lain post!!

Twelve🌼

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s