Yuta and His Thug Life

IMG_-reimgaYuta and His Thug Life

by twelve

.

Aku dan Yuta adalah teman baik. Ia akan debut tanggal 7 Juli ini. Tapi untuk pertama kalinya dalam sejarah pertemanan kami, ada rahasia yang ia simpan dariku.

“Sungguh, Ai. Aku jauh-jauh dari Osaka tidak untuk ditertawakan begini,” begitu katanya.

~.~

“Kok pakai beanie?” aku bertanya pada Yuta yang sedang mengemudi. Hari memang sudah cukup larut dan dingin, tapi aku tahu Yuta bukan tipe yang menggunakan beanie sampai rambutnya tertutup semua. Dan respon Yuta hanya berdeham sedikit sambil mengetuk-ngetukkan ujung jari.

Um … karena ingin?”

Mataku memicing. Gerak-gerik Yuta mencurigakan. “Beneran?”

“Iya …”

Makin aneh.

“Bohong.”

“… ya …”

“Yuta, kita ‘kan teman. Masa masih main rahasia-rahasiaan gini?”

Hela napas Yuta terdengar berat. Aku mendengus. Benar ada sesuatu yang disembunyikan. Dan tebakanku tepat sasaran karena Yuta mengangguk saat aku bertanya apakah ini ada hubungannya dengan urusan pekerjaan.

“Bilang deh. Apa yang SM lakukan padamu? Pak Tua itu tidak mencoretmu dari list anak yang debut tanggal 7 nanti, kan?” Aku bertanya borongan, tapi Yuta hanya menjawab pertanyaan terakhir berbarengan dengan rem yang diinjak—lampu merah.

“Tentu saja tidak. SM masih sayang gedungnya,” pernyataan itu merujuk kepada kesepakatan konyol untuk membakar gedung SM dengan Johnny beberapa waktu lalu (yang sukses membuat aku tertawa sampai sup miso nyembur-nyembur dari mulutku).

“Terus apa?”

“Tidak ada.”

Apa?” semakin aku tekankan pertanyaan itu.

“Tidak—“

“Kukuh banget sih, tidak mau bilang?”

Kemudian, tepat beberapa detik sebelum lampu merah berganti hijau, yang aku lakukan adalah menarik ujung beanie biru dari kepala Yuta, saking gemasnya dengan Yuta yang tidak memberikan jawaban jelas. Dan yang terjadi di detik selanjutnya adalah tawa membludak di dalam mobil ini disertai rajukan putus asa si Lelaki Nakamoto.

“Astaga—HAHAHAHAHAHA.”

Yuta-4

Rambut Yuta seperti … singa. Benar. Singa yang tidak sisiran dari semenjak lahir. Dalam kasus ini, seolah ada bom mengacaukan tatanan rambut di kepala Yuta. Karena itulah adegan ini begitu lucu sampai-sampai air mata jatuh dari ujung mataku.

“Hei, hei! Osaka’s Pride, catokan Hair Stylist Noona tidak meledak di kepalamu ‘kan?”

Yuta memasang beanie-nya lagi, benar terlihat kesal. Sebetulnya aku sudah sebisa mungkin tidak tertawa untuk kedua kalinya. Tapi aku malah menimpali lebih lanjut, membuat si Nakamoto itu mendengus lagi.

“Sungguh, Ai. Aku jauh-jauh dari Osaka tidak untuk ditertawakan begini.”

Bukannya berhenti, aku malah makin tertawa.

“Oh astaga. Benar-benar thug life untukmu, Yuta.”

~.~

Author’s Note:

Didedikasikan untuk Yuta-ku yang ditertawakan sampai habis kemarin sama dijadiin meme sana-sini. HAHAHA.

Enggak apa-apa, Yuta. I love your hair, really. *padahal kemarin marah-marah ke twitternya SM*

Twelve.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s