Buang Perasaan

credit to https://www.pinterest.com/varinsalon/medium-length-hair-we-love/
credit to https://www.pinterest.com/varinsalon/medium-length-hair-we-love/

Buang Perasaan

by twelve

Original Characters (Lula & Arka)

<300 words (drabble); slice of life

.

Arka, anterin Lula buang perasaan ya.”

“Hah?”

Hari Minggu, pukul delapan pagi, Arka diminta menemani Lula buang perasaan di salon Mbak Dhiya.

~.~

Hari ini Arka bangun pukul lima pagi untuk shalat subuh, lalu tidur lagi gara-gara tidak kuat mengantuk. Akibat lembur mengerjakan tugas, kilahnya pada Bunda agar tidak diganggu tidur babak duanya pagi itu.

Dan tepat pada pukul delapan—pagi kok, bukan malam (enak saja!)—Arka buru-buru menyalakan televisi, was-was tidak kebagian kartun robot kucing biru. Ternyata kartun itu baru mulai. Tentu Arka lega. Sementara di ujung mata, ada Lula baru keluar dari kamar. Kelihatan jelas habis mandi. Apalagi wangi parfum atau sabun atau sampo stroberinya benar-benar menusuk.

“Arka, anterin Lula buang perasaan ya.” tahu-tahu Lula sudah mengunyah roti sarapannya saja. Padahal tadi hilang sebentar ke tempat jemuran.

“Hah? Apaan?”

Hening sesaat.

“Anterin aja pokoknya.”

.

Dan empat puluh menit berlalu. Maka selesailah serangkaian acara Lula ‘buang perasaan’ yang terasa cepat sekali karena Arka sedang asyik menonton film di atas kursi malas.

“Kok pendek banget?” Arka bertanya, keheranan sambil memandangi Lula dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Jadi, ternyata buang perasaan yang dimaksud itu potong rambut. Padahal Arka sudah membayangkan tempat pembuangan akhir alias TPA yang bau itu.

Oh lihatlah! Lula benar-benar memapas habis rambutnya sampai sedagu (bayangkan rambut Song Dokseon dari drama Reply 1988, itu rambut Lula sekarang). Sehingga bahunya yang lebar terlihat jelas, dan bentuk tubuh persegi panjang Lula makin terekspos. Masih tetap cantik sih, tapi Arka pikir bodoh sekali Lula mau memotong rambutnya untuk ‘buang perasaan’. Karena memang tidak ada nyambungnya sama sekali.

Namun, Lula tidak peduli, malah mengangkat dagunya semakin tinggi, dan Arka melihat lebih banyak bagian lehernya. Kemudian anak perempuan itu memutar bola mata.

“Biar tuntas buang perasaannya.”

“Cih. My ass.”

“Berisik!”

~.~

a/n:

Tau mitos yang katanya perempuan itu bakal motong rambutnya sebagai simbol kalau dia ingin berubah jadi lebih baik? Nah, aku memanfaatkan itu di sini. Lol. Selain emang Twelve sendiri abis potong rambut (tapi alasannya gak sama kayak Lula kok!).

Udah lama ya gak ngepos apa-apa? Ini draft lumayan lama. Aku buat bulan Januari, tapi baru sempat di-post sekarang. Mhehe.

Terima kasih udah mau baca!

Twelve

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s