Let’s not Fall in Love

lets-not-fall-in-loveLet’s not Fall in Love

by twelve

Oh Sehun; Krystal Jung; Kim Jongin

+ Byun Baekhyun

<1000 words (Ficlet); AU, romance, slight!hurt/comfort

.

Related to [ Title ]

~.~

“Kami hanya teman,” katanya. Sehun melirik Krystal di samping Jongin. Air mukanya berubah.

“Oh ayolah! You guys look fishy together,” si Bodoh Baekhyun itu tampak tak bisa membaca keadaan. Ia malah makin menggoda dua ‘pasangan’ di saat Krystal terlihat tidak nyaman dengan semua itu.

“Hyung, I think Soojung isn’t in a good mood. Stop your lame jokes, please.” Sehun tidak tahu kenapa kalimat itu keluar dari mulutnya. Dan entah sadar atau tidak, Sehun memanggil Krystal dengan nama korea-nya, padahal ia tahu betul Krystal tidak suka dipanggil ‘Soojung’.

I’m not lame, but they are lame.”

Sehun memutar bola matanya. Baekhyun memang sering bertingkah bodoh dan terlalu spontan dalam menanggapi apapun. Untung saja Chanyeol—yang mana adalah partner in crime Baekhyun—tidak ada di sini. Bisa-bisa Duo Keparat itu semakin memperburuk mood Krystal.

You lame.”

Tidak. Itu bukan meluncur dari bibir Sehun, bukan juga Baekhyun. Itu Krystal, dan Sehun terkejut mendengarnya.

.

Sehun tahu. Krystal tidak main-main dengan ucapannya. Sehun tahu kalau Krystal tidak mungkin tidak menyelipkan sedih saat mengatakannya.

Sehun tahu. Semua itu tertulis jelas di wajah Krystal, meskipun ia tertawa demikian kerasnya bersama Baekhyun dan Jongin sekarang.

Ow, Miss Jung! A lady like you shouldn’t say something harsh like that.”

~.~

Banyak gadis yang memimpikan, menginginkan, bahkan menomorsatukan kepastian, terlebih kepastian dalam suatu hubungan. Dekat dengan seseorang, tapi tidak terikat dalam satu hubungan apapun tentu saja membuat kebanyakan perempuan akan merasa seperti ‘digantung’. Dan kebanyakan perempuan tidak tahan dengan situasi seperti itu.

Sehun bukan perempuan, tapi hubungan Krystal dan Jongin yang makin sering jadi bahan pembicaraan orang-orang, membuatnya bertanya-tanya.

Apa benar mereka hanya berteman?

Teman.

Teman.

Teman.

Te—persetan! Mereka bukan teman.

Tidak ada teman yang mencium temannya sendiri dengan penuh nafsu seperti saat Sehun tak sengaja memergoki mereka berdua di atap sekolah.

Tapi saat ditanya, Jongin hanya akan menjawabnya dengan senyum lebar, “kami hanya teman.”

Lantas, semua itu membuat Sehun bertanya-tanya.

Apa Soojung tidak menginginkan kepastian semacam itu?

Awalnya Sehun berpikir kalau Krystal bukanlah gadis yang menginginkan komitmen dalam hidupnya.  Krystal lebih suka bebas, tidak ingin terikat. Tapi semua itu berubah saat ia menemukan Krystal di balik pintu kamar asramanya.

Dia menangis, di dadanya.

~.~

“Soojung? Bagaimana bisa—“

Sehun baru pulang, ada setumpuk buku di depan dada, ada ransel berat di bahu, dan satu cup chocolate frappe Starbucks di tangan kanan. Tapi Krystal tak peduli; dia langsung menghambur ke dada Sehun sampai-sampai semuanya jatuh ke lantai—termasuk Sehun sendiri, dan Krystal menindihnya.

“Kau ini apa-apaan, sih?” adalah kalimat yang lolos dari bibir Sehun. Ini bukan kali pertama Krystal seperti ini. Biasanya ia sedang kelewat senang kalau sudah peluk-peluk begini. Tapi, gerakan naik turun bahu Krystal disusul dengan suara sesenggukan orang menangis, Sehun tahu kemeja barunya akan penuh dengan ingus saat itu juga—oh jangan lupa tumpahan frappe yang tadinya akan ia nikmati sambil mengerjakan tugas.

“Sooj—“

“Aku mencintainya, Sehun. Aku mencintainya. Tapi kenapa ia tidak mengerti juga?”

Sehun bungkam. Krystal membicarakan Jongin, itu pasti. Sehun sudah terbiasa mendengar curhatan Krystal tentang Jongin, omong-omong.

“Aku … aku tidak tahu hubungan kami ini seperti apa, tapi—tidak bisakah ia berhenti mengumumkan pada dunia bahwa kita ini hanya teman?”

“Apa dia hanya ingin mempermainkanku? Kupikir teman bukanlah seseorang yang bisa kauciumi di depan umum. Teman—“ Krystal hampir tersedak ludahnya sendiri, memberi jeda, ”—teman tidak berbagi tempat tidur bersama!”

Sehun masih diam, padahal dadanya dipukuli Krystal dengan sangat keras.

“Aku harus bagaimana? Sehun, aku—“

“Soojung.”

“Sehun katakan sesuatu!”

Krystal berhenti memukuli dada Sehun. Tangisnya makin keras, dan Sehun tidak tahu apa yang merasuki pikirannya ketika tiba-tiba ia berkata, “Jauhi Jongin.” Sehun mengubur kepala Krystal di dadanya, ia memejamkan matanya saat kalimat selanjutnya meluncur dari mulutnya.

“Soojung, jadilah pacarku.”

Krystal menatap Sehun dalam hening. Tapi setelah sepuluh detik berlalu, Sehun merasakan perutnya melilit kegirangan; Krystal kembali menangis dengan setelah mengangguk setuju di dadanya.

.

            Seharusnya Sehun tidak merasa senang, tapi nyatanya ia merasa seperti baru saja memenangkan surga; senang kelewat batas.

.

Sementara itu, di tempat lain.

“Jadi, kapan kau akan mengatakannya?”

Alih-alih menjawab, Kim Jongin justru menyunggingkan senyum misterus.

“Kita lihat saja nanti.”

Suara kotak beludru yang ditutup terdengar lembut namun tegas, dan ada cincin yang terlindungi di dalamnya.

~.~

Notes:

Sebenernya fiksi ini udah mengendap di laptopku sejak beberapa bulan lalu, tapi gak ada nyali buat ngepos ini. HEHE soalnya apa ya—berasa gaje banget. Terus gak nemu judul yang pas juga— ((tapi akhirnya dipos karena udah gak ada stok FF lagi)).

Well, here we go Oh Sehun as the third wheel of Kaistal!! Huhu tadinya mau aku tulis juga gimana Sehun yang jadi secret admirer selama Jongin dan Krystal bersama, tapi aku pikir langsung kayak gini juga gak apa-apa. Ehehe.

Sampai jumpa di lain kali! 😛

-Twelve

Advertisements

2 thoughts on “Let’s not Fall in Love”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s