Perfume

perfume.Perfume

by twelve

Kim Jongin; Krystal Jung

<1000 words; romance, riddle(??)

~.~

Aku tidak yakin kau akan suka dengan hadiahnya.”

~.~

Krystal mengapit botol olive oil di ketiaknya, sementara ia sibuk mengecek bahan-bahan di atas meja konter; olive oil—check, backing potatoes, peeled and grated—check, salt and pepper—check.

Hari ini ia akan memasak hash brown kesukaan Jongin—pacarnya, kalau kau mau tahu. Kalau biasanya Krystal akan meminta Victoria untuk membuatkan hash brown, kali ini Krystal ingin membuatnya sendiri. Karena sekarang tanggal 26—hari jadinya dengan Jongin! Singkatnya, Krystal ingin membuat sesuatu yang memorable untuk hari ini.

Ngomong-ngomong tentang Jongin… Krystal melirik ke arah benda pipih di atas meja; ponsel itu layarnya hitam—tidak ada tanda-tanda pesan masuk apalagi telepon. Ia mengangkat alis—mencoba tak peduli.

Jadi, sesuai dengan instruksi nomor pertama, ia menuangkan kira-kira tiga sendok makan olive oil ke atas wajan. Lalu, ia lanjut ke langkah nomor dua.

Squeeze out as much moisture as you can from the grated potatoes. It’s easier to do with potato ricer—” Krystal mengerutkan kening. Alat macam apa pula potato ricer itu? Ia mencari-cari barang seperti itu di dalam lemari, tapi tidak ketemu juga. Krystal tidak heran; baik kakaknya, Jessica, maupun Krystal sendiri tidak ada yang suka memasak—mereka lebih suka membuang ratusan ribu won untuk makan di restoran. “If you don’t have it, you can use paper towel to squeeze it.”

Sambil mengangguk-angguk sok paham, ia mengambil paper towel dan mulai memeras grated potatoes-nya kuat-kuat. Resep di kertas yang diberikan Victoria bilang kalau ia harus membuat kentang-kentang itu sekering mungkin agar hash brown-nya terasa crispy. Krystal tahu betul Jongin tidak suka hash brown lembek.

Setelah selesai, Krystal pergi ke wastafel untuk mencuci tangan. Sebelumnya ia menyalakan kompor untuk memanaskan olive oil di wajan. “Add grated potatoes on the hot frying pan. Spread them along the bottom of the pan then sprinkle some salt and pepper on it.” Kemudian, ia melakukan langkah selanjutnya.

            Krystal mengikuti semua instruksinya dengan baik. Sekarang, ia sedang mengawasi hash brown-nya agar tidak gosong dan pastinya harus matang sempurna dengan warna kecokelatan—seperti yang biasa Victoria buat.

Jongin suka sekali dengan hash brown Victoria yang nyaris sempurna; warnanya cokelat keemasan, wanginya menggugah selera, dan rasanya—tidak usah dipertanyakan lagi!—sangat enak. Jadi, Krystal berharap hash brown-nya mendapat pujian serupa dari Jongin, karena ia membuatnya dengan sepenuh hati dan sesuai dengan resep (tapi ia tidak yakin dengan rasanya, omong-omong. Krystal selalu payah dalam menakar garam dan merica).

Ah ya … Jongin …

Krystal menggigit bibir. Ia menyalakan layar ponselnya untuk melihat notifikasi, tapi sayangnya tidak ada satu pun yang datang dari Jongin—notifikasinya malah dipenuhi group chat tidak berguna.

Jongin belum menghubunginya sejak dua hari lalu, dan mereka belum bertemu sama sekali sejak empat hari lalu karena Jongin bilang ia sangat sibuk minggu ini. Entah sibuk apa, Krystal sendiri tidak tahu pasti.

Kalimat terakhir Jongin di window chat mereka adalah “aku ada urusan, sebentar”. Krystal pikir kata sebentar itu hanya akan berlangsung selama hitungan menit atau jam. Tapi ternyata ‘sebentar’nya Jongin sampai dua hari begini. Krystal mencoba mengerti. Ini bukan kali pertama Jongin seperti ini, omong-omong.

Tapi, bukankah sesibuk apapun seseorang, ia pasti akan menyempatkan waktunya untuk menghubungi orang tersayang?

Krystal menggelengkan kepala. Tidak. Jongin tidak suka diganggu saat sibuk. Dia sangat sibuk.

Krystal menangkis anak rambut yang turun ke wajahnya dengan begitu cantik. Ia melanjutkan membolak-balik hash brown di wajan. Warnanya sudah hampir cokelat—artinya, sebentar lagi hash brown-nya akan matang.

            LINE!

Tapi, tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Ia lantas buru-buru mengeceknya. Dan alangkah terkejutnya ia!—ada nama Jongin muncul di layar ponselnya.

Kau akan terkejut. Tapi aku tidak jamin kau akan suka dengan kejutanku.’

Krystal mengerjap. Apa? Kejutan?

Senyum terbit di wajahnya. Ia senang sekali (lagipula perempuan mana yang tidak suka kejutan, omong-omong). Mungkin setelah ini ia akan lari ke apartemen Jongin, memberikannya kejutan lain yang kemudian akan berakhir dengan kencan romantis.

Kejutan apa?’ tulisnya. Tapi belum sempat terkirim, ada yang menginterupsinya.

Ting tong! Ting tong! Ting tong!

“Paket! Ada kiriman!”

Krystal kaget, hingga nyaris saja ponselnya berakhir di wajan bersama hash brown-nya. Apa itu Jongin? pikirnya, mengingat kejutan yang dijanjikan lelaki itu. Maka, tanpa menunggu bel dibunyikan lebih nyaring lagi, ia mematikan kompor, lalu lari pontang-panting ke pintu depan.

“Iya sebentar!”

Tepat setelah ia membuka pintu, batang hidung seorang lelaki menyambutnya. Lelaki itu tersenyum lebar sekali. Diam-diam, rasa kecewa mulai menggerogoti hati Krystal. Yang berdiri di depannya ini bukan Jongin, tapi benar-benar tukang pos—Krystal pikir Jongin mau repot-repot menyamar jadi tukang pos untuk mengerjainya.

“Nona Krystal Jung?” tanyanya dengan sopan, dan Krystal mengangguk. Tukang pos itu menyodorkan kotak dibungkus kertas merah yang cantik padanya. “Ada paket untuk Anda dari Tuan Kim Jongin. (Krystal nyaris menerjang tukang pos itu dan berkata, ‘kau serius?!’ di telinganya saat mendengar nama Jongin disebut, tapi tidak jadi) Silakan tanda tangan di sini sebagai bukti barang ini sudah diterima.” Lantas setelah Krystal menandatanganinya dengan terlalu terburu-buru, tukang pos itu tersenyum sopan dan pamit pergi.

Jadi ini kejutannya?

Krystal mengecek ponselnya sejenak begitu kakinya sampai di dapur. Tidak ada balasan dari Jongin. Rupanya Jongin benar-benar sibuk sampai-sampai kejutannya diantarkan lewat pos.

“Kira-kira isinya apa, ya?” ia mengocok-ngocok paket itu di telinga. Samar-samar Krystal bisa mendengar suara foam yang bergerak.

Karena penasaran, Krystal melupakan hash brown-nya di atas wajan dan fokus pada kejutan Jongin. Cepat-cepat ia membuka kertas merah yang membungkusnya. Bagaimanapun ia tetap berhati-hati karena tidak ingin merusaknya.

Dan begitu terbuka, rahangnya jatuh; ada botol parfum di dalamnya, dan Krystal mabuk kepayang oleh wangi yang menguar. Benar-benar. Selera Jongin dalam memilihkan parfum untuknya tidak perlu dipertanyakan lagi!

Krystal mengangkat botol parfum tersebut dari kotaknya. Senyumnya masih mengembang. Tapi kemudian senyumnya luntur.

Ada yang aneh.

Ia membolak-balik  botolnya dengan hati-hati.

Dan saat itulah ia menyadari sesuatu; cairan di dalamnya hanya tinggal satu atau dua mili lagi dan tutup botol parfum itu terbuka.

Begitu ia menyadari maksud dari semua itu (Krystal butuh waktu sekitar dua puluh detik untuk itu), Krystal merasakan jantungnya melesak ke tanah dengan air mata meleleh di pipinya.

Maafkan aku, Krystal.

Aku harap kau mengerti.

~.~

Notes :

Aku menulis cerita ini pas lagi ujian bahasa inggris kemaren tanggal 6 Mei xD ((bukannya serius ujian malah ngerjain FF)) ((jangan ditiru!)), dan baru diketik di laptop sepulang maen. Hehehe. Dan si resep hash brown-nya itu dapet dari soal ujian kemaren, btw.

Aku gak begitu yakin kalau ini riddle atau bukan, lol. Aku sendiri gak begitu yakin aku paham apa yang disebut riddle itu apa enggak. Tapi, kalau kamu pengen tau kenapa Krystal nangis abis tau maksud dari kejutannya Jongin—si parfum itu—bisa dicek di sini.

Terima kasih sudah mau baca! ^^

—Twelve

Advertisements

10 thoughts on “Perfume”

  1. Kaistal again! Aku mengublek mastrelist kamu dan ngeklik random. Oh oh and this, awalnya imajiku mulai liar. Mungkin aja Jongin mati ora ada yang salah sama paketnya, bedarah-darah gitu /efek keseringan nulis dark/ Tapi ternyata, nyesek yah. Huhu. Baru tau aku kalo ada filosofi dibalik botol parfum kosong. Cara gampang buat mutusi pacar. :v
    Udah dulu ya nis, Keep writing!
    pat

    1. Aku pernah baca tulisan kamu beberapa kalo gak salah… emang aliran kamu tuh yg thriller2 gitu kaaan X) pengen deh bisa nulis gitu *curhat*

      Ayo gunakan parfum kosong buat mutusin pacar! X)
      Btw, makasih yaaaa ❤❤❤❤

  2. JANGAN BILANG KAMU SUKA KAISTA KARENA KALO SAMPE IYA BERARTI KITA SAMAAAAAAAAAA. ugh paling gemes sama tipikal soojung yang udah masak-masak gitu padahal ceritanya gabisa-bisa banget :”) filosofi riddlenya sangat menyebalkan kenapa si kim guguk jongin itu harus buat kejutan (kalau bisa disebut kejutan) semacam itu…

    1. KITA SAMAAN! ❤❤
      Aku sih #TeamKaistal meskipun delulu X”D
      Kalo aku lebih suka karakter Krystal yang berisik ala-ala Bona gitu ya ampun gemes banget!
      Emang begitulah… Jongin emang guguk banget kalo udah gini 😦 ya gimana orang kayak dia mah bebasin aja suka miris liat mukanya- ((slapped))
      Anyway makasih udah mau baca ❤❤❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s