Break Up

broke-up

Break Up

by twelve

Kim Jongdae; Honey Bae (OC)

<700 words – AU, slight!romance

~.~

Honey baru saja putus cinta dengan alasan konyol.

Dan di sana ada Kim Jongdae yang setia mengunyah isi kulkas Honey.

~.~

“Oh, Hon, Kris bukanlah satu-satunya laki-laki yang tersisa di dunia ini,” Jongdae menepuk-nepuk kepala Honey yang sedang menangis sesenggukan. Honey sudah menghabiskan seharian penuh untuk menangisi mantan pacar brengseknya, kalau kau mau tahu. Dan Jongdae, sebagai sahabat terbaiknya rela hadir menemani Honey menangis. Tak banyak yang dilakukan Jongdae, sedari tadi ia hanya mondar-mandir sambil mengunyah isi kulkas Honey—benar-benar sahabat yang baik.

“Kau tak mengerti, Jongdae,” Honey menarik ingus. Ia menatap Jongdae dengan matanya yang sipit karena terlalu lama menangis. “Aku merasa konyol sekali,” katanya. Jongdae merasa kasihan dengan level kefrustasian Honey yang telah melebihi angka seratus. Oh God.

“Yeah. Dan Bajingan itu lebih konyol lagi karena memutuskanmu dengan alasan ‘you look awful in blonde’,” adalah kalimat pamungkas yang membuat Honey tutup mulut. Dua detik kemudian air matanya kembali turun di pipinya. Seketika itu juga Jongdae merasa menyesal mengatakan kalimat tadi.

“Lagipula awal mula kalian pacaran cukup konyol juga; Kris merasa namamu unik, dan kau tergila-gila dengan plushie alpha di tas Kris,” lanjut Jongdae setelah dua detik berlalu dan Honey tidak berkata apapun.

Honey menutup wajahnya dengan kedua tangan, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. “Rambut pirang itu aneh untuk orang Asia—“

“Pirang itu seksi.” Jongdae menyanggah.

            “Kris bilang, aku—“

“Honey, kau tidak murni Asia. Maksudku—kau lahir di California, ibumu orang Amerika. Singkatnya, kau terlihat bagus dengan rambut pirang. Lagipula, kau terlahir dengan rambut seperti itu kan.” Jongdae berkata sambil mengangkat figura dengan foto Honey kecil berambut pirang dari atas meja belajar.

Hening sesaat. Honey memang terlahir dengan rambut pirang—seperti ibunya, tapi semenjak ia pindah ke Korea beberapa tahun lalu, rambut pirangnya berubah jadi cokelat madu. Honey tidak tahan dengan tatapan orang lain yang seakan-akan dirinya adalah alien tersesat.

“Jongdae, wajahku Asia dan—“

“Honey, kau cantik.”

“Jongdae—“

“Kau berbeda, dan itu membuatmu lebih cantik dari perempuan lain.”

“Jong—“

“Kau tahu Krystal Jung? Anak baru di akademi itu punya rambut merah menyala yang membuatnya berjuta-juta kali lebih seksi dan cantik daripada perempuan berambut biasa.” Jongdae sedang menggenggam dua kaleng cola saat mengatakan kalimat tersebut, berbarengan dengan pantatnya yang mendarat di atas kasur, tepat di samping Honey. “Jadi, kurasa tidak ada yang salah dengan Honey Bae dengan rambut pirang. Kau terlihat seksi, tapi Krystal Jung masih jauh lebih seksi.”

Seusai kalimat tersebut keluar dari mulut Jongdae, Honey langsung mengambil kaleng cola dari tangan Jongdae, lalu meneguknya. Ia tidak berkata apa-apa, dan tidak berniat membalas perkataan Jongdae. Entah apa yang dirasakannya sekarang. Mungkin ia merasa terhibur, tapi juga terhina—Jongdae membandingkannya dengan Krystal Jung, anak baru yang menjadi hot topic di akademi belakangan ini.

Tanpa disangka-sangka, dua detik kemudian suara tarikan ingus Honey menjawab kata-kata Jongdae barusan. Lantas Jongdae berjengit.

“Demi Tuhan, Honey. Aku baru saja mengatakan hal yang bagus dan kau membalasnya dengan ingus?” Jongdae melotot, tapi Honey yang merasa itu lucu, tertawa cukup keras. Bukannya ikut tertawa dengan Honey, Jongdae justru geleng-geleng kepala. “Untung saja kita berteman,” katanya sebelum meneguk cola. Jongdae tidak tahu apa yang lucu dari sebaris kalimat yang barusan dikatakannya, tapi ia membiarkan Honey terus tertawa. Dalam hati ia bersorak lega karena untuk pertama kalinya dalam hari ini, Honey tertawa. Tawanya memang tidak keras, tapi terdengar merdu, meskipun wajahnya sama sekali tidak enak dilihat.

Setelah puas tertawa, Honey membiarkan kaleng cola kosong tergeletak begitu saja di atas lantai, bergabung dengan lautan tissue yang dihabiskannya untuk menangisi Kris. Persetan dengan semut, ia tidak peduli lagi.

Honey mengambil jepit besar dari meja nakas lalu menggelung rambut pirangnya ke atas. Cermin yang berada tepat di depannya membuat Honey menyadari betapa jeleknya ia.

“Jongdae?”

Hmm?” Jongdae hanya bergumam. Tanpa banyak omong, ia menyodorkan tissue basah pada Honey untuk membersihkan wajah. Honey menerimanya dengan senyum kecil tersungging. Ia mulai membersihkan wajahnya.

“Untung saja itu kau.”

Yeah?”

“Aku beruntung karena hanya kau yang ada di sini.”

Jongdae mengangkat alis. Dari pantulan cermin, Honey bisa lihat pancaran bingung dari matanya.

“Untung saja hanya kau yang melihatku jelek seperti ini.” Honey mengatakannya setelah berdeham, dengan volume yang sangat rendah. Sementara Jongdae di sampingnya tersenyum sangat lebar.

Yeah. Tenang saja. Besok wajah jelekmu tidak akan terpajang di mading akademi, kok.”

~.~

Note :

HAHAHAHA.

Pas pertama kali buat FF ini, aku agak bingung juga sama nama OC yang tepat. Dan tiba-tiba nama ‘Honey’ terlintas gitu aja. Haha. Iya tau. Kedengerannya lame banget tapi lucu juga.

Anyway, aku pake Red Velvet Irene sebagai visualisasi Honey Bae di cover. Tapi si Honey Bae ini OC kok. 😀

Advertisements

4 thoughts on “Break Up”

  1. Hehe baru nemu..bis baca parfum jd tertarik.
    Keren..sahabat yang baik..jongdae??ughh..so cute..cocok ma karakternya,senyum ramah yang manis..
    Sukaaa…

    1. Aih. terimakasih udah mau baca yaaaa<3
      Jongdae mah emang cocok banget buat dijadiin sahabat, ehehe. Aku juga suka! 😁

  2. Lucu banget lho namanya honeyy! Tapi manis jugaaa

    Aku suka sama ceritanyaa, gimana jongdae itu cara sama si honey tp kayak masih care sebagai sahabat gituu. Suka aja sama hubungan merekaa. Aduh jongdaee

    Keep writing yaaa 😀 semangat !

    1. OH MY GOD. HAHA gak nyangka ada yang mau baca cerita ini 8″)
      Jongdae itu emang tipe-tipe sahabat yang care tapi nyebelin gitu deh. Ehehe
      Anyway, terima kasih udah mau baca yaaa! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s