[Ficlet] Booster : Taeyeon

booster-taeyeon

Booster

[Taeyeon’s Side]

– by Tinkeobel © 2014

Casts : Girls’ Generation’s Taeyeon as herself// EXO’s Baekhyun as himself

Genre : Romance, slight!Hurt. || Length : Ficlet (<2600 words) || Rating :G

The casts is belong to God, I just ‘borrow’ their name only and (maybe) some their characters, (but I’m not sure tho, lol). But the fiction’s plot is officially mine. I’m sorry about mistakes and typos. Don’t forget to leave a comment/review after reading. Thank you. ~xoxo ^^

~.~

Previous : Baekhyun

~.~

Don’t cry, just smile :))

~.~

Schedule SNSD terasa semakin padat dari hari kehari. Rasanya dari tanggal 1 sampai tanggal terakhir di kalender selalu terisi penuh dengan jadwal; entah itu undangan menghadiri varity show, radio, manggung di suatu acara, dan lain-lain. Taeyeon akan sangat bersyukur bila manajer memberi SNSD waktu rehat yang sedikitnya, 1 minggu saja. Tapi sepertinya untuk saat ini keinginan Taeyeon belum akan terpenuhi, mengingat nama SNSD sedang ada di deretan atas dan mereka sedang melakukan tur keliling dunia.

Taeyeon memang lelah, tapi ia tidak pernah—dan tidak akan pernah—sedikit pun menyesal memilih jalan sebagai penyanyi untuk masa depannya. Karirnya sebagai anggota SNSD begitu menyenangkan, meskipun masa-masa trainee dan awal debut sangat melelahkan, tapi lihatlah dirinya sekarang! Semua orang mengenalnya, mengaguminya, bahkan tergila-gila padanya. Dan itu semua tidak hanya terjadi di Korea Selatan, tapi juga ke seluruh dunia. Setiap kali grupnya mengadakan world tour, jarang sekali ada bangku penonton yang tidak terisi. Teriakan menggema di stadium tempat mereka konser, dan itu semua telah membayar segala perjuangannya dari masa trainee hingga sekarang menjadi super star.

Kehidupan menjadi seorang idol tidaklah mudah, tentu saja—apalagi kalau kau seorang idol yang sedang naik daun. Jangan kaget kalau ada orang yang mencaci makimu, bahkan sampai ada yang mengirimimu barang-barang menjijikan nan horror ke rumahmu—itu pasti haters atau anti-fans. Akan ada juga orang yang mengikutimu kemana pun dan kapan pun kau pergi karena rasa penasaran yang begitu tinggi—itu yang disebut stalker. Ada juga orang yang tidak ada habisnya menggosipkanmu, mengobrak-abrik privasimu—itu paparazzi, atau semacam media gossip, uh—bisa juga itu penggemarmu yang terlalu fanatik; sasaeng fans. Tapi, di antara ratusan—atau bahkan jutaan—orang yang menjadi anti-fan, stalker, paparazzi, atau sasaeng fans-mu, akan ada orang yang mendeklarasikan namamu sebagai orang paling sempurna dan mengagumkan di dunia, bahkan ia mengucap janji—yang entah akan dipenuhi atau tidak—bahwa ia akan terus mendukungmu, tidak peduli apa yang akan terjadi nantinya—itu yang disebut fans.

Tanpa fans, idol bukanlah apa-apa. Taeyeon sangat setuju dengan ungkapan itu, karena bagaimana pun, kalau tidak ada SONE yang selalu setia mendukung SNSD kapanpun dan di manapun, dapat dipastikan bahwa SNSD akan tenggelam sejak 2008—waktu pristiwa black ocean itu terjadi.

Tak terasa, sudah 7 tahun ia berkarir sebagai penyanyi. Semua rintangan telah dilaluinya bersama dengan rekan satu grup. Taeyeon dan rekan satu grupnya selalu bersama, selalu bersembilan—meskipun mereka terkadang sibuk dengan aktivitas solo masing-masing. Berada di tengah-tengah delapan anak perempuan lainnya, Taeyeon merasa seperti ada di tengah-tengah keluarga besarnya, dan dorm tempat mereka tinggal adalah rumah kedua ternyaman bagi Taeyeon—dan mungkin teman-temannya yang lain pun satu pemikiran dengan sang leader.

Semuanya sangat tenang, menyenangkan seperti biasa. Sampai pada akhirnya—

“EXO’s Baekhyun & Girls’ Generation’s Taeyeon Reported to be Dating”

—menjadi headline news sekaligus berita yang paling diperbincangkan di internet.

Banyak orang dikejutkan dengan pemberitaan itu, tentu saja. Taeyeon sendiri merasa sangat terkejut. Bagaimana bisa aku kecolongan paparazzi menjemput Baekhyun malam itu?

Dan segalanya berubah begitu drastis. Taeyeon mendapatkan hujatan lebih banyak dari biasanya. Setiap kali ia membuka pintu depan dorm, akan ada secarik kertas atau paket berisi barang aneh dan menjijikan dari anti-fans yang tidak suka akan hubungannya dengan Baekhyun. Setiap kali ia membuka akun Instagram-nya, notifikasi yang masuk tidak lebih dari komentar hujatan.

Dihujat, dicacimaki, disumpahi, dikatai jalang; sudah bagai makanan sehari-hari bagi Taeyeon. Hatinya sakit sekali karenanya. Seharusnya ia sudah terbiasa dengan semua itu (karena ia sudah 7 tahun bergelut dengan dunia ini dan sudah sangat sering mendapatkan hujatan), tapi entah mengapa, kali ini rasanya sungguh berbeda. Apa mungkin karena ini berkaitan dengan hati, ya?

Byun Baekhyun adalah pemuda yang manis. Ia berisik, sering heboh sendiri seperti perempuan, tapi menyenangkan. Dengan polos pemuda itu mengatakan bahwa tipe idealnya adalah Taeyeon dari SNSD di suatu interview saat ia baru-baru debut. Taeyeon merasa tersanjung, tentu saja. Ini bukan kali pertamanya disebut sebagai tipe ideal bagi para pria, tapi entah kenapa, Taeyeon merasa kalau Baekhyun yang mengatakannya dengan polos dan jujur terdengar cute. Rona malu-malu yang timbul di pipi Baekhyun sesaat setelah mengucapkan hal itu membuat ia terlihat begitu manis di mata Taeyeon.

Dan itulah awal bagaimana mereka bisa tertarik satu sama lain; Baekhyun memang tertarik pada Taeyeon karena gadis itu adalah idolanya, sementara Taeyeon tertarik pada Baekhyun yang malu-malu dan manis.

Berbeda dengan Baekhyun yang blak-blakan menunjukkan ketertarikannya dengan mengakui bahwa Taeyeon adalah tipe idealnya, Taeyeon justru terkesan menutupi ketertarikannya pada pemuda bermata kecil itu. Baekhyun lebih muda darinya, dan ia terlalu mimikirkan apa kata orang tentang wanita yang lebih tua dari pasangannya dalam suatu hubungan. Pada akhirnya, Taeyeon memutuskan untuk tidak mengembangkan rasa tertariknya menjadi cinta pada pemuda itu.

Tapi tak disangka-sangka, Baekhyun dapat mematahkan semua keputusan yang Taeyeon buat; pemuda itu sanggup membuat Taeyeon jatuh dalam pesonanya semakin jauh, dan perasaan tertarik itu berubah menjadi cinta.

Setelah mereka menjalani masa pendekatan yang cukup lama, akhirnya mereka memulai jalinan kasih itu sejak bulan Februari, 4 bulan yang lalu.

Semuanya berjalan baik-baik saja. Rekan grup masing-masing sangat mendukung hubungan mereka, begitu pun dengan fans, tapi kebanyakan dari mereka yang tahu bahwa sebenarnya Taeyeon dan Baekhyun benar-benar memadu kasih. Berbekal modal diam-diam sekaligus nekat, keduanya kerap bertemu di luar setiap kali ada kesempatan (padahal manajer masing-masing telah melarang mereka untuk sering-sering bertemu). Mereka akan memilih tempat yang sepi untuk berkencan, sehingga awak media tidak akan menemukan mereka, lalu membongkar segalanya ke publik. Dalam suatu hubungan akan selalu percekcokan, tentu saja—entah itu percekcokan yang serius ataupun tidak. Dan itu terjadi pada dirinya dan Baekhyun. Kadang mereka bercekcok karena perbedaan pendapat, tapi untung saja semua itu dapat diatasi dengan baik (Taeyeon sangat bersyukur karenanya).

4 bulan mereka memadu kasih, dan tidak ada media apapun yang mengetahuinya, sampai foto dirinya dan Baekhyun dalam mobil atap terbuka menggegerkan banyak orang. Kebanyakan dari mereka kecewa, tapi ada juga yang mendukung. Orang-orang yang kecewa menghujatnya, dan teror-teror yang sudah jarang ia dapatkan, kembali berdatangan.

Taeyeon tidak mengerti. Kenapa ia bisa seteledor itu tidak memakai samaran apapun saat pergi menjemput Baekhyun? Kenapa ia tidak tetap menutup atap mobilnya saat itu? Kenapa Baekhyun harus membuka ponselnya? Kenapa Taeyeon harus mencium Baekhyun saat itu? (Padahal kalau Taeyeon tidak mencium Baekhyun, pihak manajemen bisa saja mengelak tentang rumor itu). Kenapa Tuhan seperti ini padanya? Dan serentetan kata ‘kenapa’ memenuhi kepala Taeyeon akhir-akhir ini, sampai-sampai pusing sekali ia memikirkannya.

Terkadang Taeyeon mengutuk paparazzi yang berani-beraninya mengungkap fotonya bersama Baekhyun malam itu. Saat ini timing-nya benar-benar tidak tepat; Kris baru saja mengajukan gugatannya pada SM, dan satu dating scandal menampar EXO satu bulan kemudian (uh, tidak adakah yang lebih buruk dari ini?). Bagi karir SNSD, dating scandal-nya ini bukan apa-apa, karena sudah ada 4 member tersandung kasus yang sama, dan saat SM mengkonfirmasi kebenarannya, lebih banyak komentar positif yang didapat daripada yang negatif. Tapi berbeda dengan EXO. Fans EXO marah besar pada Baekhyun; mereka mengatai Baekhyun pembohong (ini pasti karena salah satu interview-nya yang mengatakan ia tidak akan punya pacar sampai umur 35 tahun), tidak tahu waktu (oh, ini pasti berhubungan dengan kondisi EXO dan Kris), dan pengkhianat. Karena kemarahan fans EXO ini berhubungan dengannya, maka Taeyeon harus dengan senang hati mendapatkan amukan juga dari mereka. Kalau pihak EXO dan Taeyeon kewalahan dengan amarah fans, pihak SM lain lagi—mereka justru mendapatkan keuntungan, karena saham SM naik 4% setelah pemberitaan itu ada (persetan dengan saham SM!).

Karena itulah, Taeyeon merasa perlu untuk meminta maaf. Bagaimana pun, ia juga salah karena membuka atap mobilnya, bahkan ia juga yang mencium Baekhyun malam itu.

Tak lama dari permintaan maafnya—tepat seperti dugaannya—fans sangat khawatir—mereka membanjiri akun Instagram-nya dengan hastag We Always With You. Taeyeon sangat terharu, tentu saja. Perlakuan manis para fans dapat mengembalikan senyumnya yang sempat hilang.

Tapi, senyum itu hilang lagi begitu ia mengecek comment box di akun Baekhyun. Orang-orang justru semakin menghujat pemuda itu. Rata-rata dari mereka mengatakan bahwa Baekhyun pengecut, banci, dan tidak pantas untuk Taeyeon karena pemuda itu bahkan tidak mengucap kata maaf pun untuk para fans.

Taeyeon benar-benar marah. Siapa mereka berani-beraninya mengatai Baekhyun tidak pantas untukku?! batinnya berteriak tak rela. Ia ingin sekali marah, tapi yang mampu ia lakukan hanya memblok orang-orang yang telah meninggalkan kata-kata kotor di akun Instagram-nya dan Baekhyun.

Omong-omong tentang Baekhyun, Taeyeon semakin hari semakin mengkhawatirkan pemuda itu, terlebih setelah melihat foto preview kepulangannya menuju Seoul setelah melakukan konser di Chingqao, China. Pipi Baekhyun terlihat sangat tirus, dan tidak ada satu pun foto preview Baekhyun yang sedang tersenyum. Taeyeon tersenyum miris melihat setiap foto-foto itu. Sesulit itukah baginya untuk tersenyum barang sedikit saja?

Karena tak tahan dengan rasa khawatir yang terus menggerogoti, Taeyeon akhirnya memutuskan untuk menelepon Baekhyun.

Halo, Noona?” terdengar suara Baekhyun di ujung sana.

Taeyeon dengan tak sadar mengangkat sudut bibirnya ke atas. “Bagaimana kabarmu hari ini?” Taeyeon bertanya perhatian, sementara jari-jarinya tidak berhenti saling meremas satu sama lain.

Satu menit berlalu, dan tidak ada suara apapun di sana. Taeyeon mengernyit, lantas memanggil nama pemuda itu, “Baek?” bukannya suara Baekhyun yang menjawabnya, malah ada suara krasak-krusuk di ujung sana—yang mana membuat Taeyeon makin khawatir. Apa yang sedang Baekhyun lakukan?

“Halo, Baek?” panggilnya lagi, dan masih belum ada jawaban beberapa detik setelahnya—masih ada suara krasak-krusuk, kali ini ada suara gelak tawa (yang mungkin milik Chanyeol) dari sana. Taeyeon menghela napas berat. Ia berinisiatif untuk menutup teleponnya karena ia pikir Baekhyun sedang sibuk dengan anggota EXO lainnya.

Tapi, ia menyempatkan untuk melemparkan kata-kata manis sebelum memutuskan sambungan—seperti biasanya, “Kau sibuk ya?” Taeyeon terkikik sebentar, lalu melanjutkan, “Kau harus istirahat yang cukup dan makan yang banyak, meskipun kau sibuk, oke? Pipimu terlihat tirus sekali, aku jadi semakin khawatir padamu. Jangan lupa untuk tersenyum, karena kau terlihat jelek kalau murung.”

“…” masih tidak ada jawaban dan suara krasak-krusuk sudah hilang—kali ini digantikan oleh suara seperti kaki melangkah. Taeyeon menghela napas, ia benar-benar sibuk.

“Aku tutup—“

JANGAN!” tiba-tiba ada suara melengking di ujung sana yang menyahut.Taeyeon mengerjap tak percaya. Rupanya si Idiot Baekhyun tidak sesibuk itu, pikirnya.

Uh-oh. Tadi aku baru turun dari van. Aku masih harus ke kamar hotel. Tunggu sebentar, jangan dulu ditutup,” lalu terdengar lagi suara telapak kaki melangkah di sana, “Duh, gelap sekali,” keluh Baekhyun, membuat Taeyeon terkikik.

“Kau tidak perlu pergi ke tempat gelap untuk meneleponku, Baek.”

Kamarku sudah terang sekarang,” sahut Baekhyun setelah suara jtek kecil terdengar. Kemudian ada suara kasur berderit, dan Baekhyun melanjutkan bicara, “Bagaimana perasaanmu hari ini, Noona?”

Taeyeon tersenyum. Obrolan mereka memang selalu diawali dengan seperi ini. “Hei! Kau belum menjawab pertanyaanku barusan,” ia merengut.

Jawab saja dulu pertanyaanku,” suara Baekhyun terdengar jutek, Taeyeon mencebikkan bibir. “Hei! Jangan cemberut begitu. Aku baik-baik saja,” dan Baekhyun terikik setelahnya.

Taeyeon tersenyum, “baguslah,” katanya singkat.

Hmmmm … jadi bagaimana denganmu?”

“Aku juga baik-baik saja. Konser hari ini sangat sukses. Oh ya, aku juga merayakan ulang tahun Seohyun bersama fans,” jawabnya sambil melangkah menuju tempat tidur, “sudah makan?”

Lagi-lagi tidak ada jawaban. Taeyeon jadi khawatir. “Baek? Apa kau baik-baik saja?”

“Oh, maaf tadi ada Manajer Hyung datang ke kamar. Manajer Hyung bilang aku akan makan nanti bersama yang lain. Aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku.”

Reflek Taeyeon mendecak mendengar jawaban Baekhyun. “Kau ini! Baik-baik saja apanya? Aku melihat foto preview-mu tadi. Kau terlihat tirus dan jelek karena tidak tersenyum sedikit pun. Dan pastikan kau makan banyak malam ini, aku tidak ingin punya pacar tirus yang jelek,” Taeyeon mengomel sebal.

Taeyeon mendapatkan suara gelak tawa pelan dari sana, kontan membuat Taeyeon mengerutkan kening. “Hei, ada apa? Aku merasa tidak mengatakan sesuatu yang lucu.”

Memang tidak,” suara di sana terdengar sangat ringan, “aku hanya senang kau mengkhawatirkanku,” Baekhyun mengaku dengan polosnya, dan Taeyeon mengakui bahwa itu terdengar manis dan lucu. Tapi secepat mungkin Taeyeon mengubah pemikirannya. Ia sedang tidak ingin main-main dengan Baekhyun.

“Aku tidak main-main, Baek. Kau terlihat seperti tidak hidup hari ini.”

“Omona, Noona~” di China sana, Baekhyun terkikik. “aku benar-benar baik-baik saja. Tadi pagi tidak terlalu bersahabat makanya aku murung.

Baekhyun berbohong.

“Kalau ini gara-gara kita, katakan saja, Baek,” ucap Taeyeon serius, membuat Baekhyun berhenti terkikik.

Aku hanya khawatir padamu. Kau meminta maaf lagi ‘kan pada fans di bandara?” tembak Baekhyun tepat sasaran, dan tiba-tiba saja Taeyeon merasakan kepalanya pening.

“Aku hanya meminta maaf, Baek. Tidak usah—“

Bagaimana bisa aku tidak memikirkanmu sementara kau meminta maaf sambil menahan air mata begitu?” potong Baekhyun, membuat keduanya sama-sama tenggelam dalam kebisuan. Taeyeon terlalu shock dengan kenyataan Baekhyun mengetahui hal itu. Pasti ada fan account yang memberitakan hal itu, ugh.

Soompi memberi tahuku. Allkpop, dan juga Chanyeol,” Baekhyun bersuara lagi, seolah-olah bisa menebak pertanyaan di dalam kepala Taeyeon.

Taeyeon menghela napas. Baekhyun sangat menuntut penjelasannya saat ini, jadi ia memutuskan untuk membicarakannya dengan pemuda itu. “Aku hanya lelah dengan kelakuan semua orang, mereka terus menghujat kita. Aku hanya benci mereka menghujatmu lebih banyak daripada aku. Aku meminta maaf karena aku merasa bersalah telah mengecewakan mereka. Dan sepertinya emosiku terlalu kuat saat aku menitipkan maaf pada salah satu fans di bandara saat itu,” jelasnya, “tapi kau tidak usah mengkhawatirkanku berlebihan, Baek. Lebih perhatikan dirimu.”

Tapi tetap saja aku mengkhawatirkanmu, Noona,” Taeyeon tersenyum membayangkan Baekhyun tengah mencebikan bibirnya tidak terima di sana.

“Ya terserah saja,” ucapnya, “Aku ingin cepat-cepat bertemu denganmu, omong-omong,” Taeyeon berguling ke sisi kanan, menimbulkan bunyi derit tempat tidur mengiringi kata-katanya barusan.

Oh! Pasti gara-gara merindukanku ya?” Baekhyun tertawa genit, sementara senyum Taeyeon makin lebar.

“Aku ingin menjejali mulutmu dengan makanan. Kau terlihat kurus sekali.”

“Aish! Apa-apaan—“

“Kau bilang kau ingin melindungiku. Duh, bagaimana bisa kau melindungiku kalau badanmu kurus kering seperti lidi?”

Aku kan menguasai hapkido, Noona!” Baekhyun merengut, “jangan ragukan kemampuan Super B-mu ini,” lanjut Baekhyun yang mana langsung membuat Taeyeon tergelak.

“Terserah kau saja, Super B,” Taeyeon berkata dengan tawa kecil di akhir kalimatnya. “tapi kau tetap harus makan meskipun kau bisa melindungiku dengan tubuh kurusmu.”

Baekhyun mendecak di ujung sana, “ya, tentu saja,” jawabnya sedikit kesal.

“Hei, jangan kesal begitu,” Taeyeon melirik jam di nakas. Pukul 2 dini hari, “lebih baik kau tidur, ini sudah pagi,” katanya sambil memasukkan kakinya ke dalam selimut.

Hmmm…” Taeyeon dapat didengarnya suara gumaman panjang Baekhyun yang diiringi suara krasak-krusuk lagi. “Aku akan tidur setelah menyelesaikan urusanku dengan yang lain. Manajer Hyung mengajak kami untuk ‘sarapan’ kau tahu,” kata Baekhyun, dan Taeyeon membalas dengan gumaman.

“Pastikan kau makan yang banyak dan istirahat yang cukup hari ini,” Taeyeon melukiskan senyum di wajahnya, berharap Baekhyun melakukannya juga. “Ummm… Baekhyun? Aku tutup teleponnya, ya.”

“Noona, sebentar.”

“Ya?”

Uh. Aku hanya ingin bilang, jangan bersedih lagi. Keep your head up, Princess. And, dong forget to smile. Aku mencintaimu.”

Taeyeon merasa terenyuh. Ia merasa jadi salah tingkah karenanya. Kenapa Baekhyun-nya ini manis sekali, sih?

“Aku juga mencintaimu. Selamat malam, Baek.”

Baekhyun menarik ujung bibirnya ke atas. “Selamat malam, Noona. Mimpi indah.”

Pip.Sambungan telepon ditutup, bersamaan dengan itu juga Taeyeon merasakan hatinya menghangat. Baekhyun memang tidak pernah gagal membuatnya tersenyum lagi.

~.~

Pagi hari yang cerah. Taeyeon pastinya masih akan tertidur dengan damai di kasur kalau saja ponselnya tidak berbunyi. Uh, siapa yang berani-beraninya mengganggu tidurku sih? Kesalnya dalam hati. Lalu, dengan mata yang masih tertutup ¾-nya, ia membuka ponselnya yang berada di bawah bantal.

Ada lima notifikasi yang masuk, dan semuanya dari Baekhyun (otomatis mata Taeyeon terbuka setengah setelah membaca nama itu). Lantas Taeyeon segera membukanya.

Baekhyun : Selamat pagi.

Baekhyun : Aku pulang ke Seoul nanti sore. Semoga harimu menyenangkan, jangan lupa makan.

Baekhyun : Aku akan cepat-cepat menghubungimu kalau sudah mendarat di Incheon.

            PicsArt_1404038432286Baekhyun : Don’t cry, just smile :))

Taeyeon merasakan kedua ujung bibirnya terangkat ke atas. Kenapa Baekhyun manis sekali, sih?

–Kkeut

Note :

HOLLAAA~~~~~~ duh entah apa yang bikin aku nulis Taeyeon’s side gini xD sumpah deh. Asalnya gak bakal buat, tapi kepikiran terus jadinya bikin deh u__u

So, wdyt, guys??? Ini sih cuman fiksi. Aku cuman berusaha menempatkan diri seandainya aku jadi Taeyeon, wkwk

DAN BAEKHYUN MANIS BANGET YA. Duhduhduh x//D

Anyway, aku nulis ini ngebut TTTT 3,5 jam karena ide agak mandet :(( dan ini udah malem… tapi aku nyelesein ini sambil nonton film di tv xD (gak penting)

Uh, cukup deh ya cuap-cuapnya? jangan lupa komen yoyoyo~~ thankchuu!!! >w<

 

Advertisements

1 thought on “[Ficlet] Booster : Taeyeon”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s