[Ficlet] Booster

booster-baekhyun

Booster

– by Tinkeobel © 2013

Casts : EXO’s Baekhyun as himself // EXO’s Chanyeol as himself

Support Cast : Girls’ Generation’s Taeyeon as herself

Genre : Friendship, Bromance, slight!Hurt. || Length : Ficlet (<2100 words) || Rating :G

The casts is belong to God, I just ‘borrow’ their name only and (maybe) some their characters, (but I’m not sure tho, lol). But the fiction’s plot is officially mine. I’m sorry about mistakes and typos. Don’t forget to leave a comment/review after reading. Thank you. ~xoxo ^^

~.~

Baekhyun tidak pernah menyangka semuanya bisa jadi serumit ini.

~.~

Beberapa hari ini, Baekhyun menerima lebih banyak hujatan dan makian dari anti-fan, bahkan dari fans-nya sendiri. Ketika ia membuka ponselnya dan mengecek akun Instagram, tab activity-nya dipenuhi oleh komentar baru dari banyak orang. Mereka menghujatnya tanpa ampun; mengatai bahwa ia seorang pembohong, tidak mengerti situasi, pengecut, bahkan ada yang mengatainya betrayer—penghianat (demi Tuhan, Baekhyun sendiri sampai saat ini tidak mengerti apa relasi antara kata ‘penghianat’ dengan ‘punya pacar’), akan tetapi, Baekhyun masih bersyukur karena di antara komentar-komentar negatif itu masih terselip komentar positif untuknya.

Semua ini berawal dari kejadian beberapa hari yang lalu, di mana sebuah situs paparazzi di Korea Selatan menyebar foto-foto Baekhyun bersama seniornya, Kim Taeyeon, leader girl group Girls’ Generation. Foto-foto itu memamerkan kemesraan dari dua insan tersebut (bahkan ada mereka menyebarkan foto kedua insan itu berciuman, ew—sungguh, bisakah mereka tidak usah memamerkan foto itu? Bagaimana kalau ada anak kecil yang melihatnya?!). Mereka—pihak paparazzi—mengabarkan bahwa Baekhyun dan Taeyeon sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih selama kurang lebih 4 bulan.

Kemudian, tidak kurang dari satu menit foto-foto itu dirilis, berbagai spekulasi serta rumor-rumor murahan tersebar dan menjadi topik yang paling diperbincangkan di internet. Ada yang percaya dengan rumor itu (karena mereka bilang orang di foto itu memang benar Baekhyun dan Taeyeon, jadi mereka memercayainya), tapi ada juga yang menyangkal dan mengatakan pada yang lain untuk jangan dulu percaya dengan rumor itu sebelum ada konfirmasi dari pihak yang bersangkutan.

Bersamaan dengan ributnya berita itu, orang-orang dari pihak manajemen sibuk juga mempermasalahkan tentang foto-foto itu. Mereka berdiskusi, mempertimbangkan apakah mereka akan menyangkal atau mengkonfirmasinya atau bahkan tidak menanggapi rumor itu sama sekali. Tentu saja mereka memikirkan matang-matang kemungkinan buruk dan juga keuntungannya dari setiap keputusan.

Hingga akhirnya, mereka sampai pada keputusan final.

“[BREAKING] EXO’s Baekhyun & Girls’ Generation’s Taeyeon Reported to be Dating + SM Confirms It’s True”

Setelah muncul headline seperti itu di salah satu situs, banyak pihak yang kecewa, terutama para fans tentu saja. Tetapi di lain pihak, SM Entertainment mendapatkan keuntungan, karena sesudah mengkonfirmasi tentang berita itu, saham SM naik sekitar 4% setelah beberapa waktu lalu sempat menurun drastis karena berita hengkangnya Kris dari EXO.

Baekhyun sendiri lega dengan keputusan itu (itu artinya ia tidak perlu menyembunyikan apapun lagi dari fans), tapi rasa khawatir lebih menguasainya. Ia akan karir EXO, teman-temannya yang baru saja dilanda badai karena salah seorang member mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas. Ia tentu saja khawatir akan Taeyeon, sangat sangat khawatir. Taeyeon adalah seseorang yang sensitif, dan tertutup. Ia takut fans-nya yang terkadang keterlaluan akan menyakiti Taeyeon. Bagaimanapun, Baekhyun tidak akan pernah bisa melihat seorang wanita menangis, apalagi wanita yang menangis itu adalah pacarnya.

Tak perlu menunggu lama, apa yang Baekhyun takutkan akhirnya terjadi juga. Dalam sekejap, comment box di akun Instagram-nya dan Taeyeon membludak karena dipenuhi reaksi para fans; ada yang mengucapkan selamat serta kata-kata positif, ada juga yang menghujat, mencacimaki, bahkan menyumpahi.

Baekhyun tahu, setiap langkah yang diambil seorang idol pasti akan menimbulkan pro dan kontra—seharusnya ia terbiasa dengan komentar-komentar negatif orang-orang tentang dirinya—tapi ini berbeda, sekali lagi, ini sangat berbeda. Masalahnya kini menyangkut hati, menyangkut seseorang yang ia sayangi. Karena itu ia merasa terpengaruhi oleh kata-kata para penghujat. Setelah berita itu menyebar, bersamaan dengan hujatan-hujatan yang diterimanya setiap waktu, Baekhyun berubah murung, ia jadi susah sekali untuk tersenyum tulus. Para fans tentu saja menyadari perubahannya ini, mereka mengatakan pada para anti-fan untuk berhenti menghujat Baekhyun, tapi semua itu tetap saja belum berhenti.

Baekhyun memijat keningnya. Ia merasa pusing sekali dengan semua ini, sampai-sampai Baekhyun ingin menghilang dari peradaban sampai semuanya menjadi tenang dan normal seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Tapi, sayangnya, Baekhyun tahu itu tidak mungkin terjadi, dan ia pun tidak mungkin menghilang tiba-tiba di tengah permasalahan ini karena ia bukan pengecut. Dengan kata lain, ia harus ada dan menghadapi ujian dari Tuhan sampai akhir. Selain itu, ia juga harus menjaga dan melindungi Taeyeon dari serangan fans maupun anti-fans.

“Hey, Byunbaek! Masih murung saja kau,” tiba-tiba saja pintu kamarnya dibuka, muncul seorang pemuda tinggi dengan cengiran bodohnya dari balik pintu. Tatapan kesal Baekhyun mengiringi setiap langkah pemuda itu, Park Chanyeol, teman seperjuangannya.

Chanyeol terkekeh, “jangan menatapku seperti itu, Baek. Kau seperti hendak memakanku saja,” katanya sambil menyodorkan mug berisi cairan cokelat hangat. Lantas Baekhyun menatap bingung mug itu,

“Untuk apa?”

Kali ini kening Chanyeol yang mengerut. Baekhyun ini bodoh atau apa ya?

“Tentu saja untuk diminum.”

“Ya, tentu saja aku tahu cokelat panas itu untuk diminum,” Baekhyun memutar bola matanya. Sepertinya ia salah memberi pertanyaan pada Chanyeol. “Maksudku, kenapa kau memberiku ini?”

Chanyeol menyengir lebar, “Yoora Noona pernah bilang, kalau sedang dalam kondisi mood yang buruk, makanlah sesuatu yang berbahan cokelat. Jadi, aku memberimu cokelat panas ini. Siapa tahu mood-mu membaik,” katanya, sementara Baekhyun tertegun di atas kursinya. Baekhyun tidak menyangka temannya yang sering bertingkah bodoh itu peduli juga padanya. Lantas Baekhyun mengangguk, lalu menyeruput isi mug tersebut.

“Terimakasih, Chanyeol.”

“Ya, terimakasih kembali. Itu bukan apa-apa, omong-omong,” lagi-lagi Chanyeol menampilkan cengirannya yang menakutkan. Baekhyun mendengus melihatnya. Ia sudah lelah mengingatkan Chanyeol untuk tidak menyengir creepy seperti itu.

“Apa yang kau khawatirkan, sih, Baek?”

Hah?”

Chanyeol menghela napas melihat reaksi Baekhyun. Teman sekamarnya terlihat sangat jelek dengan posisi ‘hah’ itu. Sebetulnya, tanpa bertanya pun ia sudah tahu apa yang mengganggu pikiran Baekhyun akhir-akhir ini. Tentu saja, apalagi kalau bukan tentang dating scandal-nya dengan Taeyeon? Mungkin kalau tanggapannya lebih banyak yang positif daripada yang negatif, Baekhyun tidak akan terlalu memikirkannya, malah mungkin Baekhyun akan senang sekali dan tidak bisa berhenti tersenyum sepanjang hari. Tapi, yang terjadi justru sebaliknya, banyak sekali hujatan yang diterimanya— pantas saja Baekhyun murung sekali dan jadi sering melamun.

“Baek?”

Baekhyun tetap pada posisi ‘hah’-nya. Chanyeol mendengus.

“Baek?” panggil Chanyeol, sekali lagi. Dan Baekhyun tetap seperti patung yang sengaja dibuat dalam posisi ‘hah’.

“Byun Baekhyun! Demi Tuhan,” ditepuknya bahu Baekhyun cukup keras, hingga pemuda itu terlonjak dan hampir menumpahkan isi mug tadi ke lantai.

Ah, Yeol. Maaf, aku melamun,” buru-buru Baekhyun menaruh mug itu ke atas nakas.

Tuh kan.

Kembali Chanyeol menghela napas berat. Sekacau itu ya pikiran Baekhyun sekarang? “Baek, dengarkan aku,” ia memegang kedua bahu Baekhyun, memberikan remasan kecil yang menenangkan. “Aku tidak suka melihatmu murung seperti ini. Cheer up, Baek. Kau harus ingat, di antara jutaan orang yang membenci dan menghujatmu, masih ada segelintir orang yang mendukungmu.”

Tersenyum tipis, Baekhyun merespon, “Tapi di dalam kelompok orang yang mendukungku, ada segelintir dari mereka yang menghujatku, menyalahkanku atas semua kekacauan ini, mengataiku pengecut karena mengucap ‘maaf’ pun tidak,” Baekhyun menepis tangan Chanyeol di bahunya, lantas malingkan wajah. Ia masih dapat merasakan perih sehabis dikatai penghianat oleh fans-nya sendiri. “Demi Tuhan, Yeol. Aku tidak bisa berhenti berkata maaf setelah kekacauan ini. Aku bahkan tidak bisa memaafkan diriku saat ini.”

Terdengar suara helaan napas Chanyeol sebelum pemuda jangkung itu melanjutkan kata-katanya, “ya, memang ada yang seperti itu. Tapi percayalah, mereka seperti itu karena mereka iri. Mereka iri pada seorang Byun Baekhyun, si Bocah Berisik memacari Kim Taeyeon. Kau tahu kan betapa populernya Taeyeon Noona di kalangan para pria? Mereka pasti iri padamu. Kau memacari seorang jelmaan malaikat, Bung,” Chanyeol menaik-turunkan alisnya, sementara Baekhyun mendengus. Mendengar Chanyeol menyebut Taeyeon sebagai ‘jelmaan malaikat’ membuat setitik rasa bangga di dalam hatinya muncul. Bagaimanapun, ia hanya orang biasa dan ajaibnya, ia memacari jelmaan malaikat.

“Oh, kalau tentang fans—“ Chanyeol berhenti sejenak, ia mengelus-elus dagunya berpikir, “—kurasa ini hanya masalah waktu. Mereka butuh waktu untuk menerima kenyataan ini, Baek. Seiring waktu bergulir, mereka akan mengerti—“

“Mereka mengataiku betrayer, pengecut, pembohong, bahkan ada yang menyumpahiku untuk mati. Apa mereka gila? Mereka bahkan tidak tahu apapun,” kali ini Chanyeol menangkap nada bicara Baekhyun yang bergetar. Mungkin karena dia sudah sangat emosi.

Chanyeol membuka mulutnya hendak berbicara, tapi kemudian menutupnya kembali sambil menggeleng. “Mungkin mereka hanya kecewa berlebihan padamu. Mereka pasti sangat sedih karena baru sebulan yang lalu berita Kris Ge mengguncang mereka, kali ini ada beritamu dan Taeyeon Noona. Mereka juga pasti berpikiran kenapa kau enak-enak punya pacar sementara member EXO lain sedang sulit. Padahal ‘kan tidak juga. Buktinya segala tuduhan mereka membuatmu semakin down dan makin mempersulit kita. Fans hanya orang luar yang tidak tahu apa yang terjadi di balik layar, Baek.”

“Aku tahu itu,” di atas pahanya, tangan Baekhyun mengepal erat, “Aku tidak mengerti, Yeol. Kenapa manajemen tidak membiarkanku berbicara barang satu kata pun? Aku dikatai pengecut ‘kan jadinya,” Baekhyun merengut. “Padahal, saham sialan itu naik gara-gara pemberitaan ini,” lagi-lagi Baekhyun mendengus, sementara mendapatkan tepukan simpatik di bahunya.

“Aku juga tidak mengerti apa yang dipikirkan orang-orang manajemen. Mereka mungkin hanya memikirkan keuntungan yang mereka dapat daripada hujatan,” Chanyeol mengangkat bahu, “Tapi, kalau kau ingin minta maaf, gunakan akun Instagram-mu itu, seperti yang Kris Ge lakukan, Baek.”

Baekhyun membuang pandangannya keluar jendela. Terlihat hiruk pikuk Seoul yang seolah tiada matinya. “Aku—aku tidak berani, Yeol,” lirihnya, membuat Chanyeol mengerjap.

“Lalu apa arti kata ‘fearless’ di bio-mu jika mengucap maaf pada fans pun kau tidak berani?”

Tepat sasaran. Damn it!

Gigi Baekhyun gemeletuk, ada pergulatan di batinnya saat ini. Apa yang harus aku lakukan?

“Taeyeon Noona sudah berkali-kali meminta maaf. Bahkan kemarin ia meminta maaf di bandara pada fans dengan mata berlinang. Padahal manajemen sudah berkata untuk tidak meminta maaf lagi ‘kan?” Chanyeol memberi jeda, matanya menatap lurus-lurus Baekhyun yang kini terlihat tegang. “Kau harus bicara, Baekhyun. Lama-lama seperti ini tidak menyenangkan. Fans bahkan bilang seperti hanya Taeyeon Noona yang mempertahankan hubungan kalian. Sementara kau? Bersembunyi di dalam dorm, menulikan telinga dari setiap omongan orang lain, menyalahkan diri sendiri tanpa berkata apapun. Kau ini anak laki-laki—“

“Bisakah kau berhenti berbicara?!”

Chanyeol terkejut, tidak menyangka Baekhyun akan menyelanya dengan bentakan seperti itu, “Aku hanya mencoba menyadarkanmu, Baek.”

“Aku tahu,” Baekhyun mengangguk. “Maafkan aku karena membentakmu. Aku tidak bermaksud—“

Chanyeol tersenyum, “tak apa,” potongnya. Ia tidak ingin mendengar Baekhyun menyalahkan dirinya sendiri. Lagipula, Chanyeol sangat memaklumi perasaan Baekhyun.

“Omong-omong, Taeyeon Noona sendiri bagaimana?” Chanyeol kembali bersuara setelah membiarkan Baekhyun menyesap cokelat panasnya lagi.

Baekhyun tersenyum kecut,“Ia baik-baik saja, katanya. Terakhir aku KakaoTalk, ia bilang hanya kelelahan dengan schedule-nya. Selebihnya, ia tak apa. Tapi, aku yakin, she’s hurting too.”

Chanyeol menepuk pundak Baekhyun simpati. Ia memang tidak belum pernah merasakan bagaimana hatinya teriris melihat orang-orang menghujat sang kekasih, tapi setidaknya mendengar Baekhyun berkata seperti itu, pasti rasanya sakit sekali. “Segera telepon Taeyeon Noona, lalu hibur dia, Baek,” katanya, dibalas anggukan oleh Baekhyun.

“Ia bisa menjaga dirinya sendiri, Baek,” Chanyeol bersuara lagi begitu melihat Baekhyun yang malah jadi semakin gusar.

“Tapi tetap saja, Yeol. Aku menyalahkan diriku sendiri atas kesedihan Taeyeon Noona beberapa hari ini,” Baekhyun mengusap wajahnya gusar. Ia merasa ingin menangis.

Psssh—jangan salahkan dirimu, Baek. Salahkan saja si Sial Dispatch itu yang sudah menyebarkan privasimu seenaknya tanpa kenal situasi,” kata Chanyeol dengan nada kesal. Kalau saja Dispatch Sialan itu tidak berani merilis foto-foto waktu itu, mungkin Baekhyun akan baik-baik saja.

Chanyeol kira, Baekhyun akan mengangguk mengerti dan tidak menyalahkan dirinya lagi, tapi ternyata Baekhyun justru menggeleng, “tidak, Yeol. Bukan begitu—ini salahku juga—“

Aish! Sudahlah, Baek. Berhenti menyalahkan diri sendiri. Kau ini kan seorang idol, sudah ada hukum alam yang mengatakan ada pro dan kontra di setiap tindakanmu. Kegiatan seorang idol tidak pernah luput dari tijauan mata netizen, fans apalagi anti-fan. Mereka akan terus mengobrak-abrik privasimu, mencari segalanya yang belum mereka ketahui. Mereka juga berhak untuk membencimu karena berbagai hal dan alasan—bahkan terkadang tanpa alasan. Dan karena kau seorang idol,mereka juga akan menuntutmu untuk menjadi sempurna. Padahal yang sempurna di dunia ini hanya Tuhan.

“Dan juga, Baek. Aku sudah mengatakan ‘kan padamu, bahwa sebanyak apapun jumlah orang yang membencimu, akan selalu ada segelintir orang yang peduli dan tetap mencintaimu tanpa peduli apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku termasuk segelintir orang itu, Baek. Aku akan selalu mencintaimu, karena kau adalah sahabatku.”

Seketika Baekhyun merasakan pelupuk matanya berat karena air mata. Ia tersenyum kecil, ada rasa haru yang terbit di hatinya mendengar Chanyeol mengoceh panjang lebar seperti ini. Benar juga apa yang dikatakan Chanyeol. Karena tidak tahan, akhirnya Baekhyun memeluk tubuh jangkung temannya ini, menepuk-nepuk punggung kokoh yang selama dua tahun menemaninya. Tak dirasa, air mata Baekhyun jatuh membasahi pundak Chanyeol.

“Terimakasih, Yeol. Aku juga mencintaimu,” bisik Baekhyun begitu merasakan tangan kokoh Chanyeol menepuk-nepuk kepalanya.

“Ini gunanya seorang sahabat bukan? Saling support satu sama lain,” Baekhyun terkekeh, begitupun dengan Chanyeol.

Cheer up, Baekhyun. Sad isn’t your style.”

Maka cairan cokelat di dalam mug yang dibawakan Chanyeol tadi telah terlupakan. Baekhyun menemukan hal lain yang membuatnya merasa jauh lebih baik.

–Kkeut

Note :

HAHAHAHA … I’m back, guys! (krik) (krik) (gak ada yang nungguin)

Duh sumpah tadi aku nulis apa ini… xD fyi aja, FF ini aku tulis marathon, cuman sekitar 2,5 jam dan belom sempet aku baca ulang jadi maaf kalo ada typo ya ;; u ;; maaf juga kalo ada bahasa yang gak ngeenakin atau awkward gitu, soalnya It’ve been a long time since I write fiction e u e dan keajaiban banget aku mau nulis lagi dan aktif ngeblog. Hoho~~ FF ini pastinya terinspirasi sama r/s Baekhyun&Taeyeon yang booming banget yegak. Dan ini cuman fiksi belaka loh. Terinspirasi dari fanart ini. Terus juga terinspirasi dari salah satu RP (Roleplayer) MissA Jia, aku kan nge-RP jadi Baekhyun tuh ya. Banyak yang ngucapin selamat gitu deh, tapi aku sering bilang aku sedih soalnya fans jadi immature banget TTT terus RP Jia itu bilang, “be patient, Baekhyun. Well it’s the risk if you dating a goddess.” Well itu bikin aku cheer up banget, ehehe :3

Anw, jangan lupa komen yoyoyo~~ thankchuu!!! >w<

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Booster”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s